DengarBain

Hadis 15 : Menjaga Lisan, Memuliakan Tetangga, dan Menghormati Tamu

HR. Bukhari dan MuslimStatus: Shahih
Status Hafalan:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

0:00 / 1:50

Terjemahan Hadis

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."

Perawi Utama

Abu Hurairah

Sumber & Kualitas

HR. Bukhari dan Muslim (Shahih)

Urgensi & Faedah Hadis

1

Menjaga ucapan dari hal buruk. Kita diajarkan untuk berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Jika tidak bisa menyampaikan hal yang bermanfaat, lebih baik diam agar tidak menyakiti perasaan orang lain.

2

Hidup rukun dengan tetangga. Tetangga adalah orang yang paling dekat dengan tempat tinggal kita. Memperlakukan tetangga dengan ramah dan tidak mengganggu kenyamanan mereka adalah bukti nyata keimanan.

3

Menghormati dan menyambut tamu. Menyambut orang yang berkunjung ke rumah dengan wajah ceria, sikap sopan, dan jamuan semampu kita merupakan akhlak terpuji yang mendatangkan pahala besar.

Sebab Turunnya Hadis (Konteks)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan hadis ini sebagai pedoman utama dalam membangun tata krama pergaulan masyarakat. Keimanan di dalam hati seseorang tidak cukup hanya diwujudkan lewat ibadah shalat dan doa, melainkan harus tampak dalam akhlak sehari-hari. Oleh karena itu, Nabi menghubungkan tiga perilaku sosial ini—menjaga lisan, berbuat baik kepada tetangga, dan menjamu tamu—langsung dengan keimanan kepada Allah dan hari pembalasan, agar setiap muslim selalu menjaga tutur kata dan hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Kata-kata Pilihan

لِيَصْمُتْ(Liyashmut)

Hendaklah ia diam. Anjuran untuk menahan diri dari berbicara apabila kata-kata yang akan diucapkan tidak membawa manfaat atau berpotensi menyakiti orang lain.

فَلْيُكْرِمْ(Falyukrim)

Hendaklah ia memuliakan, menghormati, atau berbuat baik. Yaitu memperlakukan orang lain dengan santun, ramah, dan penuh penghargaan.

جَارَهُ(Jaarohu)

Tetangganya. Yaitu orang-orang yang tinggal di dekat lingkungan rumah kita, baik yang memiliki hubungan keluarga maupun tidak.

Hadis 14Hadis 16