DengarBain

42 HADIS

Lanjut Belajar

#1Lanjutkan terakhir dibuka

Amal Bergantung pada Niat

“Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, ia berkata:...”

HR. Bukhari dan Muslim

Daftar 42 Hadis Arbain

42 Hadis

Pengertian Islam, Iman, dan Ihsan

SEDANG

Dari Umar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Suatu hari, ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki. Pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Tidak terlihat tanda-tanda dia habis bepergian jauh, dan tidak ada satu pun dari kami yang mengenalnya. Laki-laki itu duduk di depan Nabi, menempelkan kedua lututnya ke lutut Nabi, meletakkan kedua tangannya di atas paha Nabi, lalu berkata, "Wahai Muhammad, beritahu aku tentang Islam." Rasulullah menjawab, "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan pergi haji ke Baitullah jika engkau mampu." Laki-laki itu berkata, "Engkau benar." Kami merasa heran, dia yang bertanya tapi dia juga yang membenarkannya. Lalu dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang Iman." Rasulullah menjawab, "Engkau yakin dan percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan engkau percaya pada takdir yang baik maupun yang buruk." Laki-laki itu berkata, "Engkau benar." Dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang Ihsan." Rasulullah menjawab, "Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, ketahuilah bahwa Allah pasti melihatmu." Laki-laki itu bertanya lagi, "Beritahu aku kapan terjadinya hari kiamat." Rasulullah menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya." Laki-laki itu berkata, "Kalau begitu, beritahu aku tanda-tandanya." Rasulullah menjawab, "Jika seorang budak perempuan melahirkan anak majikannya, dan jika engkau melihat orang miskin, tidak beralas kaki, dan penggembala domba, mereka saling berlomba membangun gedung yang tinggi." Setelah itu laki-laki tersebut pergi. Aku terdiam beberapa saat. Lalu Rasulullah bertanya kepadaku, "Wahai Umar, tahukah kamu siapa yang bertanya tadi?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Rasulullah bersabda, "Dia adalah Malaikat Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian."

HR. Muslim

Larangan Berbuat Zalim dan Luasnya Kekayaan Allah

BELUM

Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang apa yang beliau sampaikan dari Tuhannya (Allah) 'Azza wa Jalla, bahwa Allah berfirman: "Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zalim (berbuat jahat/aniaya) atas diri-Ku, dan Aku jadikan zalim itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling berbuat zalim. Wahai hamba-hamba-Ku! Kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian petunjuk. Wahai hamba-hamba-Ku! Kalian semua lapar kecuali orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian makan. Wahai hamba-hamba-Ku! Kalian semua tidak berpakaian kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pakaian. Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian berbuat salah pada waktu malam dan siang hari, sedangkan Aku mengampuni seluruh dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian. Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian tidak akan mampu mendatangkan bahaya kepada-Ku, dan kalian tidak akan mampu memberi manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-hamba-Ku! Seandainya seluruh manusia dan jin dari yang pertama hingga yang terakhir semuanya memiliki hati yang paling bertakwa, hal itu tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-hamba-Ku! Seandainya seluruh manusia dan jin dari yang pertama hingga yang terakhir semuanya memiliki hati yang paling jahat, hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-hamba-Ku! Seandainya seluruh manusia dan jin dari yang pertama hingga yang terakhir berkumpul di satu tanah lapang lalu meminta apa saja kepada-Ku, kemudian Aku kabulkan semua permintaan masing-masing orang, hal itu tidak akan mengurangi kekayaan yang ada pada-Ku sedikit pun, kecuali seperti berkurangnya air ketika sebatang jarum dicelupkan ke dalam lautan. Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya semua itu hanyalah amal perbuatan kalian yang Aku catat untuk kalian, lalu Aku berikan balasannya secara sempurna. Maka, barang siapa yang mendapati balasan kebaikan, hendaklah ia bersyukur dan memuji Allah. Dan barang siapa yang mendapati balasan selain itu (keburukan), janganlah ia menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri."

HR. Muslim

Pintu-Pintu Kebaikan dan Bahaya Lisan (Ucapan)

BELUM

Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku berkata kepada Nabi: "Wahai Rasulullah! Beritahukanlah kepadaku tentang amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka." Nabi menjawab: "Sungguh engkau telah menanyakan perkara yang sangat besar, tetapi hal itu terasa mudah bagi siapa saja yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala: Engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah." Kemudian beliau bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai (pelindung dari dosa), sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam." Lalu beliau membaca ayat tentang orang-orang yang bangun malam untuk berdoa dan beribadah (QS. As-Sajdah: 16-17). Kemudian beliau bersabda: "Maukah aku beritahu pokok urusan agama, tiangnya, dan puncaknya yang tertinggi?" Aku menjawab: "Tentu mau, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Pokok urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad (berjuang di jalan Allah)." Kemudian beliau bersabda lagi: "Maukah aku beritahu kunci pengendali dari semua itu?" Aku menjawab: "Tentu mau, wahai Nabi Allah." Lalu Nabi memegang lidahnya sendiri dan bersabda: "Jagalah ini (tahanlah lisanmu dari bicara buruk)." Aku bertanya: "Wahai Nabi Allah, apakah kita benar-benar akan dihukum karena apa yang kita bicarakan?" Nabi menjawab: "Wahai Mu'adz, bukankah banyak orang yang terlempar dan tersungkur ke dalam neraka dengan wajah mereka terlebih dahulu, tidak lain karena akibat buruk dari ucapan lisan mereka sendiri?"

HR. At-Tirmidzi

Menampilkan 42 dari 42 Hadis Arbain